SALAM SEJAHTERA & SALAM PERPADUAN
SELAMAT DATANG
Semoga Ilmu Yang Ada Dapat Membantu Anda
Posting yang ada laman web ini adalah bertujuan perkongsian ilmu, pengetahuan dan maklumat untuk manfaat bersama. Jika ia bukan sumber asal penulis blog ini, maka sumber asalnya akan dinyatakan.

Akibat tidak bersyukur

Bersyukur adalah satu kewajipan, ia bermaksud setiap hamba mestilah bersykur kepada Allah swt atas segala nikmat yang telah diberikan. Manusia juga mesti bersyukur dan berterima kasih sesama manusia atas kebaikan dan jasa yang telah diberikan kepada mereka.

Sabda Rasulullullah s.a.w;

من لم يشكر القليل لم يشكر الكثير ومن لم يشكر الناس لم يشكر الله التحدث بنعمة الله شكر وتركها كفر

Maksudnya; Sesiapa yang tidak bersyukur dengan yang sedikit, ia tidak akan bersyukur dengan yang banyak, sesiapa yang tidak bersyukur sesama manusia, ia tidak bersyukur dengan Allah swt, Menceritakan nikmat Allah adalah bersyukur dan meninggalkannya adalak kekufuran.

Akibat buruk kerana tidak bersyukur.

1. Mendapat kemurkaan Allah swt, dan di akhirat nanti Allah janjikan azab yang pedih dan menyakitkan. Mereka adalah orang-orang yang kufur, kafir nikmat Allah swt.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Maksudnya; Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memberitahu, sekiranya kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahkan nikmat ku, tetapi ingat sekiranya kamu kufur nikmat aku sesunngguhnya azab aku sangat besar.

2. Orang yang tidak bersyukur akan menjadi orang yang sombong, takabbur dan sentiasa menzalimi orang lain. Akibatnya mereka dibenci Allah, jauh dari rahmat Allah swt dan tidak disukai oleh orang lain.

3. Orang yang tidak bersyukur akan menjadi orang yang tamak, dan orang yang tamak ini sememangnya orang yang dicela. Tidak pernah merasa cukup yang akhirnya sikap tamak tersebut menjerumuskan mereka kedalam kancah maksiat dan kemurkaan Allah swt. Menzalimi dan menganiaya orang lain.

عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَيْنِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى وَادِيًا ثَالِثًا وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Maksudnya; Sekiranya menusia memiki dua lebah harta nescaya mereka mencari lembah yang ketiga, dan tidak dipenuhi perut manusia melainkan tanah, dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat.

4. Orang yang tidak bersyukur, akan sentiasa menyalahkan orang lain apabila ditimpa musibah atau kesusahan, jauh sekali untuk muhasabah kesilapan diri sendiri, dan sering tidak redha dengan qada’ dan qadar Allah swt, lebih malang apabila mereka menyalahkan Allah swt dan bersangka buruk terhadapnya.

5. Orang yang tidak tidak akan tenang, tidak akan bahagia, bah hidupnya sentiasa keluh kesah, tertekan dan tidak karuan disebabkan runtunan hawa nafsu yang sentiasa berusaha menyesatkan manusia.

Kisah Pengajaran Orang Tidak Bersyukur danTamak

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

Maksudnya; Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum MusaMaka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan kami Telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya Berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri“.al-Qasas :76

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آَيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ * فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ * ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ

Maksudnya; Sesungguhnya bagi kaum Saba‘ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”. Tetapi mereka berpaling, Maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah kami memberi balasan kepada mereka Karena kekafiran mereka. dan kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan Hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.Saba’ 15-17.

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Maksudnya; Dan Allah Telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; Karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Al-Nahl:112

Sumber: www.usrahrasahati.com

Posted in Labels: |

0 comments: